KANDISNEWS.COM – Kini umat Islam telah melewati setengah dari bulan Rajab, sehingga hanya tinggal menghitung hari untuk berada di bulan Sya’ban.
Umat manusia sering kali melalaikan ibadah di bulan Sya’ban, padahal di bulan inilah semua amal perbuatan diangkat kepada Allah SWT.
Selain itu, bulan ini merupakan salah satu bulan yang dimuliakan, bulan penuh dengan ampunan, dan rahmat.
Terdapat amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Sya’ban. Berikut enam amalan untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Syaban.
6 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Sya’ban
-
Membaca Doa Bulan Sya’ban
Umat Islam dianjurkan untuk membaca doa ini, Ketika telah memasuki bulan Sya’ban.
Allaahumma sallimnii liramadhaana wasallim lii ramadhaana wa tasallam-hu minni mutaqabbalan
Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
-
Perbanyak Istighfar dan Taubat
Di bulan Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan dzikir istighfar untuk membantu membersihhkan hati.
Astaghfirullaahaladzii laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiimul hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”
-
Perbanyak Sholawat
Allah SWT telah berfiman dalam QS Al-Ahzab ayat 56, didalamnya telah menjelaskan mengenai perintah sholawat kepada Nabi Muhammad SWA di bulan Sya’ban.
Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ
Artinya, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Q.S Al-Ahzab:56).
-
Puasa Sunnah Nisfu Sya’ban
Pada bulan Sya’ban, Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa sunnah Sya’ban serta puasa sunnah Senin Kamis.
Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, menuturkan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa lebih banyak daripada di bulan Sya’ban. Beliau berpuasa hampir seluruhnya, atau seluruhnya.” (HR. Bukhari & Muslim).
-
Puasa Ayyamul Bidh
Selain melaksanakn puasa sunnah Senin Kamis dan sunnah Sya’ban, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk berpuasa selama tiga hari (Ayyamul Bidh) pada tanggal 13, 14, dan 15 disetiap bulan hijriah.
Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan amalan berpuasa Ayyamul Bidh, “Siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, seperti puasa sepanjang tahun.”
-
Ibadah pada Malam Nisfu Sya’ban
Saat setelah memasuki pertengahan bulan Sya’ban, Rasulullah SAW bersabda, “Jika tiba waktu malam nisfu Syaban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya, karena sesungguhnya Allah SWT menurunkan rahmat-Nya mulai tenggelamnya matahari (Maghrib) di langit dunia dan berfirman, “Siapa yang meminta ampun, Aku ampuni. Siapa yang meminta rezeki, Aku beri rezeki. Siapa yang terkena musibah, Aku sembuhkan. Siapa yang minta ini dan itu,’ seterusnya sampai waktu terbitnya fajar (matahari).” (HR Ibnu Majah).
Bulan Sya’ban merupakan gerbang pembersihan jiwa sebelum menyambut bulan suci Ramadhan. Dengan memperbanyak amalan ibadah seperti, melaksakan puasa sunnah, meperbanyal dzikir serta sholawat, membaca Al-Quran, perbanyak doa, dan bersedekah.