Puasa Ayyamul Bidh: Niat, Waktu Pelaksaan, dan Keutamaanya

KANDISNEWS.COM – Bagi umat Islam, puasa sunnah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hukum puasa sunnah Ayyamul Bidh termasuk kedalam sunnah muakaddah atau berarti sunnah yang sangat dianjurkan.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari berturut-turut disetiap Tengah bulan tepatnya yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 hijriyah kecuali 13 Dzulhijjah karena merupakan hari tasrik waktu terlarangnya untuk berpuasa.

Lantas seperti apa bacaan niat puasa Ayyamul Bidh kapan, dan apa saja keutamaanya? Simak informasi lengkapnya.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat ini dapat dibaca pada waktu malam hari hingga sebelum fajar menerbitkan cahayanya. Berikut inij bacaan niat puasa ayyamul bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى.

Latin: Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.

Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah ayyamul bidh dapat dilaksanakan pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan hijrah. Bulan Februari ini bertepatan pada bulan Syaban. Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban 1447 H, diantaranya:

  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (bertepatan dengan Hari Nisfu Syaban)

Keuatamaan Puasa Ayyamul Bidh

Meski puasa ayyamul bidh merupakan ibadah sunnah, namun jika dilaksanakan manfaatnya sanglah besar bagi orang muslim dengan mendapatkan pahala setara dengan orang berpuasa sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist tersebut dapat dimaknai sebagi kebaikan seorang muslim yang akan dinilai sebagai amalan yang dilipatgandakan mencapai sepuluh kali oleh Allah SWT.

Kemudian Allah SWT menurunkan rat Al-An’Am ayat 160 yang berbunyi:

“Man jâ’a bil-ḫasanati fa lahû ‘asyru amtsâlihâ, wa man jâ’a bis-sayyi’ati fa lâ yujzâ illâ mitslahâ wa hum lâ yudhlamûn.”

Artinya: “Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).”

Leave a Comment